
Aceh Besar – Di tengah meningkatnya prevalensi stroke di Indonesia, UPK SDM Kesehatan Aceh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar mengambil langkah strategis melalui penyelenggaraan Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 3–7 Desember 2025, berlokasi di Hotel Orion Hall, Aceh Besar, dengan peserta tenaga kesehatan terpilih dari berbagai FKTP yang sebelumnya telah menerima undangan resmi.
Stroke masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat. Data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2021 mencatat stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Riskesdas memperkuat gambaran tersebut—angka prevalensi stroke meningkat dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013 menjadi 10,9 per 1000 pada 2018. Survei Kesehatan Indonesia 2023 bahkan menunjukkan bahwa 20,2% kasus disabilitas di Indonesia disebabkan oleh stroke, sementara data JKN memperlihatkan lonjakan jumlah kasus mencapai 3,4 juta pada tahun 2023.
Dampak stroke bukan hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga produktivitas, ekonomi, dan mental keluarga penyintas. Beban pembiayaan stroke oleh BPJS Kesehatan meningkat signifikan—dari 1,91 triliun rupiah pada tahun 2021 menjadi 5,2 triliun rupiah pada 2023. Dengan tren yang terus naik, diperlukan intervensi cepat dan penguatan kemampuan tenaga kesehatan sebagai garda depan dalam deteksi dan penanganan awal.
Namun, persoalan stroke bukan hanya pada angka statistik. Minimnya pengenalan masyarakat terhadap tanda awal serangan stroke masih menjadi hambatan besar. Banyak pasien terlambat mendapat penanganan medis karena keluarga dan lingkungan tidak mengenali gejala sejak dini. Penelitian Pemila (2020) menegaskan bahwa pencegahan berbasis perubahan perilaku, peningkatan edukasi risiko, skrining kelompok rentan, hingga manajemen arteriosklerosis dapat menekan risiko stroke hingga 80% dan menurunkan kejadian hingga 50%.
Atas dasar itu, pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen negara untuk meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dalam pencegahan dan penatalaksanaan stroke di layanan primer. Melalui kurikulum yang telah distandarkan, pelatihan ini memastikan lulusan memiliki kemampuan yang merata dan siap diterapkan dalam pelayanan di lapangan.
Melalui program ini, peserta ditargetkan mampu:
Mengidentifikasi dan mengendalikan faktor risiko stroke
Melakukan penilaian prediksi risiko stroke secara sistematis
Melaksanakan tata laksana stroke sesuai standar FKTP
Memberikan terapi medis gizi pada pasien pascastroke
Mencegah komplikasi lanjutan pada penyintas stroke
Melakukan pencatatan dan pelaporan kasus stroke berbasis sistem layanan kesehatan
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan Puskesmas dan seluruh FKTP di Aceh dapat mengimplementasikan penanganan stroke secara cepat, tepat, dan terarah. Kehadiran pelatihan ini bukan hanya sekadar agenda peningkatan kapasitas, tetapi sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk menurunkan angka kesakitan dan disabilitas akibat stroke sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. admin’s
📍 UPK SDM Kesehatan Aceh – Menghasilkan SDM Unggul, Untuk Indonesia Sehat dan Berdaya.





